BateraiLi-ion/Lithium-ion; Baterai jenis ini menjadi baterai yang cukup banyak digunakan pada smartphone masa kini. Massanya ringan dan jangka waktu ketahanannya cukup lama. Perbedaan Power Delivery Dan Quick Charge Pada Powerbank; Cara Merawat Baterai HP Supaya Tahan Lama. Dibandingkan dengan membiarkan baterai nol persen dan baru · Beberapa masalah kadang muncul dan Anda mungkin tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah baterai laptop yang tidak bisa terisi penuh padahal sudah tertulis 'plugged in'. Untuk mengatasi masalah ini, setidaknya ada 5 cara yang bisa Anda coba gunakan. TipsCharging Baterai Selanjutnya 1. Karena Li-ion baterai tidak perlu di tunggu sampai kosong untuk dicharge, anda bisa selalu charge baterai anda kapan saja. 2. Setelah setiap 30 charging, baru kosongkan battery anda ke sekitar level 10-15%, lalu charge penuh ke 100%. Hal ini dilakukan untuk maintain ketepatan battery meter. Karenaitu, para ahli menyarankan cara charge laptop yang benar adalah segera cabut saat sudah sampai 100%. Menurut mereka, hal itu berfungsi sebagai relaksasi setelah melakukan pekerjaan berat. 4. Sebaiknya jangan mengisi daya hingga 100% Pastinya kamu masih bertanya-tanya, kan apakah daya baterai harus sampai 100% saat pengisiannya? Nah, jawabannya adalah tidak perlu mengisi daya hingga 100%! Baterai yang berjenis Lithium-Ion memiliki kelebihan yakni tidak perlu diisi sampai benar-benar padavideo sebelumnya kita telah membuat rangkaian powerbank sederhana dengan menggunakan baterai 7,4 Volt atau 2x 3,7 Volt baterai : BateraiLi-Ion 18650 Cylindrical berkapasitas 2500mAh dengan voltase 3.7V.Baterai ini dapat diisi ulang kembali dayanya dengan menggunakan charger baterai 18650. Biasanya baterai jenis ini digunakan untuk kebutuhan vape / rokok elektrik, baterai powerbank DIY dan juga untuk mentenagai senter LED. Dickson Kho Komponen Elektronika. Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya - Baterai Home» Tips and Trik » Cara Memperpanjang Umur Baterai Laptop (Lithium-ion) wc9Y. - Di era teknologi saat ini, ponsel menjadi kebutuhan primer. Dengan ponsel atau smartphone, kita bisa menghubungi seseorang, mengirim pesan elektronik dengan waktu yang singkat, mengikuti pembelajaran secara online, mencari pekerjaan, dan banyaknya fungsi yang bisa dijalankan, terkadang membuat baterai ponsel menjadi lebih cepat terkuras atau aus. Lalu, apa saja tips yang bisa dilakukan agar baterai ponsel kita awet dan tahan lama? 1. Hindari charge saat daya baterai sisa 5 persen Dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Sebelas Maret UNS, Nurcahya Pradana Taufik Prakisya menyampaikan, salah satu cara agar baterai ponsel tidak cepat aus adalah melakukan pengisian daya sebelum daya baterai benar-benar habis."Penggunaan sewajarnya saja. Usahakan selalu charge sebelum dayanya benar-benar habis," ujar Nurcahya saat dihubungi Senin 11/4/2022. Ia menjelaskan, jika ponsel diisi daya saat baterai menunjukkan kurang dari 5 persen dapat mengurangi performa baterai lithium ion. Seperti diketahui, saat ini kebanyakan smartphone menggunakan jenis baterai lithium ion. "Kalau charge, sebaiknya jangan menunggu sampai kurang dari 5 persen, karena baterai akan menghasilkan lithium oxide dan cobalt oxide, di mana tidak dapat diuraikan kembali sebagai elemen daya baterai," ujarnya. Nurcahya menambahkan, dampak dari munculnya lithium oxide dan cobalt oxide adalah dua zat ini akan menjadi residu. Puji Tuhan akhirnya HT2 dalam 1 Minggu ini, Terima Kasih Untuk Moderator,Staff, dkk dan Kaskuser Maaf Sebelumnya Kalo Repost QuoteMenggunakan Smartphone memang sudah menjadi sebuah kebiasaan pada jaman ini, dimana kita bisa melakukan segala hal hanya dengan smartphone, seperti membaca berita, melakukan percakapan dan semua hal itu menciptakan "tumbal" tersendiri untuk smartphone yang digunakan, yaitu Baterai. Padahal, kapasitas baterai smartphone hanya bisa digunakan tidak lebih dari 5 Jam dengan pemakaian terus-menerus Maka dari itu, Tips untuk melakukan charge smartphone yang benar merupakan cara jitu agar baterai smartphone tetap dalam kondisi optimalQuote Melakukan Charge SemalamanIni masih menjadi permasalahan besar pengguna Smartphone sampai saat ini, banyak yang mengira melakukan pengisian daya dari malam hingga pagi akan benar-benar optimal, padahal Tidak. Pengisian daya sambil ditinggal tidur ternyata tidaklah bagus. Dengan metode ini, Baterai akan lebih cepat rusak karena kebocoran, dan paling parah baterai bisa Tunggu Sampai Baterai Habis TotalJika kamu ingin melakukan pengisian daya, Jangan tunggu hingga baterai habis total, atau sampai smartphone kamu mati karena kehabisan daya. Saran Jaka, baterai smartphone sebaiknya di isi ketika daya masih tersisa 10% - 30%. Dan jangan juga mengisi dengan daya yang masih tersisa banyak. Meski terkadang sesekali daya baterai memang perlu dikuras habis untuk keperluan kalibrasi Selalu Charger Bawaan dan OriginalMitos yang salah dikalangan masyarakat awam saat ini adalah "Semua Charger itu Sama". Apa itu sepenuhnya benar? TIDAK. Sedikit kebenaran hanyalah Jenis Port/Colokannya yang sama, Tapi perbedaan sesungguhnya terletak dari arus daya yang dihasilkan, kamu bisa perhatikan VOLT yang dikirimkan pada masing-masing charger, dan setiap smartphone membutuhkan VOLT yang berbeda-beda. Jika VOLT yang diminta tidaklah cocok, tentu arus pengiriman daya akan tidak normal, dan yang terjadi adalah kerusakan internal pada baterai tersebut. Oleh karena itu, Penggunaan charger bawaan yang original adalah pilihan cerdas bagi pengguna smartphone untuk saat Langsung dari Soket ListrikMelakukan pengisian langsung dari Soket Listrik adalah pilihan yang tepat, pasalnya pengisian melalui soket listrik memang lebih difokuskan untuk pengisian daya, sehingga proses akan lebih optimal. Dibandingkan melakukan pengisian melalui USB Komputer atau Tempat yang PanasJangan sekali-kali meninggalkan smartphone yang di-charger di tempat yang memiliki suhu panas, seperti paparan sinar matahari. Pasalnya, Baterai smartphone sekarang tidak di desain untuk tahan terhadap suhu ekstrem. Sehingga jika itu terjadi, akan menyebabkan kerusakan pada tips yang saya ambil dr youtube Tambahan dr KaskuserQuoteQuoteOriginal Posted By AnkaTanuwirya►ada sdikit koreksi nih 1. sekali-sekali ga masalah & usahakan dalam keadaan off, kl kondisi on itu ibarat bak mandi yg bocor sebentar2 ngisi daya kedalam baterai. charger/battery gadget skarang jg ada fitur auto cut off dy bakal berhentiin sndiri arus listrik jk sudah penuh, kl ga percaya silahkan pagi2 dipegang chargernya masih panas apa sudah dingin. Sebisa mungkin input voltase baterai + charger sama persis dengan bawaan gadgetnya, terserah mau original gadget lain yg penting merknya bsa dipercaya. 2. kl butuh banget silahkan aja, baterai gadget sekarang canggih, ga ada memory effect macem baterai jadul yg harus dipake sampe habis dulu baru dicharge. 3. balik ke point 1, merk apapun sepanjang cocok dan bisa dipercaya ga masalah gan yg penting voltase baterai & output volt chargernya sama persis dengan bawaan gadgetnya. pejwan kl berkenan omQuoteOriginal Posted By lukwanying►Maaf gan,tapi ane kurang stuju sama yang nomer 1 Charger skarang udah canggih gan,terutama yang gwa tau secara langsung punya SonyUdah beberapa hp,mulai Xperia Ray,Xperia Acro S,sampe Xperia Z Ultra,dimana ketika Smartphone agan udah penuh,maka charger akan berhenti/memperlambat arus,jadi batrai ngga akan over capacityMeski chargernya dicolokin terus.Lalu setelah batre dibawah 90%,maka charger akan nge cas lupa gwa dapet ini darimana,tapi bener,kadang klo Smartphone gwa ga gwa matiin pas nge cas,kadang pas gwa bangun tengah malem gwa liat udah 100% trus kadang pas paginya gwa bangun malah 95% dan kepala chargernya juga dingin,ga panas sama skali,kyk ga dicolokin padahal masih nancep. Dan ini juga sebenernya mengapa di smartphone skarangTerutama Sony lagi,di panduannya ga perlu nge cas pertama kali pas baru beli selama ber jam-jam,cukup sampe penuh 100% aja trus klo diterusin pun ga ada gunanya,arusnya udah berhenti juga..QuoteOriginal Posted By cha2x►Ane tambahin gan, Ans kalo ngecharge pas sebelum tidur malam gan, caranya biar ga overcharge ane pake alat ini terus diatur deh biasa ngecharge brp jam dr baterai 5-10% s/d 100%. Kemudian tancepin deh ke smartphone agan2.. Bila berkenan page one ya gan TS.. QuoteOriginal Posted By hizfisher►Klo ane nge-charge malem2 pke steker listrik yg ada timernya jd nge-chargenya g sampe overload dan bsa ditinggal tidur. Tinggal diatur aja kapan arus listriknya on kapan off disesuaikan dengan brp lama waktu yg dibutuhan untuk nge-charge smartphone agan. Bisa jd jam jg buat yg suka pke jam digital d kamar Spoiler for "steker listrik ber-timer ane" QuoteOriginal Posted By argaamala► Setau ane ngcharger smarphone dibagi dua jenis; 1. Baterai Lepas Pasang/ Li – Ion Lithium Ion [/FONT] Battery Li – Ion atau baterai lithium Ion merupakan baterai generasi ke 3 dari rechargeable baterry. kelebihan dari baterai NiMH maupun NiCD yakni terletak pada berat dan ukurannya yang sangat ringan sehingga dapat membuat ponsel menjadi berukuran kecil dan ringan. dan kebanyakan ponsel – ponsel yang keluaran saat ini telah menggunakan baterai jenis ini sebagai sumber daya dari ponsel atau gadget tersebut. keunggulan atau kelebihan lain dari baterai ini yakni tidak memiliki memory effect pada saat melakukan charging sehingga anda sudah tidak perlu lagi menunggu baerai benar – benar habis untuk melakukan pengisian ulang, namun memang ada beberapa perawatan yang mungkin diperlukan untuk baterai ini. untuk baterai Li – Ion yang masih baru, charge atau isi ulang baterai anda sesuai dengan petunjuk atau dapat juga sampai lampu / indikator ponsel anda telah menunjukkan baterai tersebut telah itu segeralah lepas charger anda, dan anda tidak perlu untuk melakukan over charge karena pada baterai Lithium tidak adaistilah tricle charge. bahkan ketika anda melakukan over charge baterai li – ion dapat menurunkan kemampuannya. umur baterai dari lithium ion lebih pendek dan sedikit maka dari itu sebaiknya anda melakukan charging pada saat baterai ini benar – benar sudah habis atau indikator ponsel anda menunjukkan jika baterai ini sudah dalam keadaan lemah. tiap kali anda melakukan charging tidak perduli baterai itu masih ada atau sudah low tetap akan di hitung sekali. 2. Baterai Tanam/Li – Po Lithium Polymer baterai Li – Po merupakan baterai jenis baru dari recargeable battery. dab baterai ini paling banyak digunakan oleh ponsel jenis android atau smartphone. selain ramah lingkungan baterai ini mmerupakan baterai di atas dari Li – Ion. perawatan dari baterai Li – Po tidak jauh berbeda dengan baterai jenis Li-Ion. namun dari segi penanganan harus lebih hati – hati mengingat sifat dari baterai ini yang liquid. jika baterai ini diberikan tekanan yang cukup keras dapat menyebabkan bentuk baterai yang berubah. kelemahan dari baterai jenis ini yakni mengharuskan anda untuk mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu ponsel mati dengan sendirinya terlebih dahulu. atau sebisa mungkin ketika ponsel memberikan peringatan baterai lemah. jika baterai telah meti terlebih dahulu maka akan sangat susah untuk diaktifkan karena baterai belum pulih sepenuhnyaQuoteOriginal Posted By chesko►wah padahal ane sering cas via laptop gan, udah gitu sering ditinggal semalaman pula. pantas saja cepat habis. oh iya, sekedar saran, kalau mau baterai cepat di cas, aktifkan Flight Modus gan dijamin HP cepat banget Posted By .connected.►kayaknya tegangan charger smartphone sama aja deh, rata2 5 volt antara 4,5 - 4,8v jika dicek pake multi yang beda arus outputnya, charger ane 750mA, yg lain biasanya diatas 1000mA, kalau USB laptop/komputer arusnya cuma 500mA Semakin besar arus charger, baterai semakin cepat penuh terisi tetapi baterai menjadi lebih panas saat dicas. Kebalikannya, semakin kecil arusnya maka baterai lama penuhnya, contoh waktu dicas pake USB komputer/laptop gitu sih menurut ane CMIIW QuoteOriginal Posted By hizfisher► klo batre hp yg sekarang g perlu d charge 6-8 jam, itu batre hp jadul yg msh pke NiCD. Batre hp sekarang rata2 pke lithium ion li-ion atau lithium polymer li-po dan jenis batre generasi baru ini g perlu d charge selama itu. Ckp sampai full bisa langsung digunakan. Justru klo d charge slama 6-8 jam bisa mengurangi masa hidup Posted By dikit,, kalo hp lagi dicharge jangan sambil digunakan gan mendingan didiamkan aja ato lebih baik hpnya di matikan...karna batrenya full menerima arus yg diinput dr charger dan gk ada yg dikeluarin.. CMIIWQuoteOriginal Posted By winkus►iya bener gan.. tips yang nomer Selalu Charger Bawaan dan Original. -ane juga pernah pake charger hp abal2 bukan yg original. waktu itu chargernya hilang, akhirnya ane beli yg biasa yg katanya bagus seperti original. karena penasaran, ane bongkar chargernya utk ane cek voltasenya. ternyata, setelah ane cek voltasenya beda sama yg tertera dilabel chargernya, ane tes pake multitester/avometer tegangannya over voltase. akhirnya rusak juga tuh hp. saran ane mending ngalahin beli charger original yg mahal harganya, daripada taruhan hp kita yg rusak. - kalo ane cas hp di mobil, mobilnya ane kasih inverter dulu. jadi ane beli inverter bisa beli di toko elektronik, trus colokkin di lighter tempat pemantik rokok di mobil baru ane cas pake charger. biar hp/baterai awet, soalnya voltase arus dc mobil kadang berubah/ga mesti stabil. emang ada charger yg langsung ke lighter mobil, namun sangat rentan dengan voltase arus dc mobil yg kadang ga stabil. semoga pengalaman ane bisa membantu.. dan bermanfaat.. bila berkenan, taruh di pejwan gan. tipsnya bagus gan.. sangat bermanfaat.. QuoteOriginal Posted By satrya25►Tambahan, jngan terlalu sering ngecas d mobil, tegangannya nggak stabil, batrai cepat rusak "pengalaman sendiri"QuoteOriginal Posted By NF2901►Boleh ngasih pendapat gak gan? kalo menurut ane sih ya, point pertama itu tergantung sama tipe batere, hape, sama casannya gan. Ane pengguna BB Q5 maaf bukan promosi tapi ane tiap malem selalu ngecas hape sampe pagi dalam kondisi menyala, selalu seperti itu dan tidak ada kendala apapun. Hape ane tetep bertahan paling irit itu sekitar 18 jam dengan pemakaian ringan. dan itu gak berubah dari pertama ane make sampe sekarang dengan menggunakan metode pengecasan yang semaleman. Jadi ya menurut ane itu tegrantung barangnya juga gan. Tapi CMIIW ya gan, cuman sharing info. QuoteOriginal Posted By edwinliu►benar sekali baterai lebih baik dicharger sekitar 10-30%, karna baterai jenis litium-ion sebenarnya lebih baik divharger jangan sampai 100% juga. lebih disarankan di cabut kisaran 80-90% itu lebih baik bisa memperpanjang usia baterai. dan itu lebih baik dari pada di charger sampai over charge. berbeda jenis dengan baterai yang dulu digunakan, kalau dulu lebih baik dicharger di 0% dan dicharger sampai over, berbeda kan dengan litium ionQuoteOriginal Posted By moduxers►utk yg charger semalaman mah tergantung kualitas batrenya gan, kalo dia udah support fitur kalo udah penuh aliran listriknya otomatis terputus mah gpp dibuat ngecas semaleman yup bener bgt tuh selalu gunakan charger ori dan selalu colok dari soket biar arusnya stabil terus gan QuoteOriginal Posted By edwinliu►gan mungkintegangan charger adalah salah satu faktor perusak baterai tapi kuat arusnya ampere juga berpengaruh buat baterai , kalau ampere nya terlalu besar baterai akan cepat rusak baterai kurang maksimal menampung daya tampung nya, misal s4 daya tampung 2100 mah dia bisa cuman nampung 2000mah, tapi memang mencharger lebih cepat dari cahrger asli kalau amperenya kurang mungkin tidak terlalu berdampak terhadap kerusakan baterai, tapi mungkin agan harus sedikit bersabar untuk menungu agar baterai terisi dengan penuh, tapi kalau ngecharge terlalu lama baterai akan cepet panas sehingga dalam jangka waktu lama dibiarkan baterai bisa kehilangan daya tampungnyaQuoteOriginal Posted By master767►nice info gan tp di kehidupan sekarang ini kurang praktis kalo ada apa2 harus cari tmpt dulu buat ngechare atau apapun. karena di kejarnya waktu jadi kita sering pake powerbank atau chargerportable dan sering di tinggal tidur karena lelahnya bekerja seharian. selama pengalaman ane pake smartphone sih ane sering tinggal tidur dan masih pake power bank kalo pergi kemana2 tp battre ane awet2 aja gan memang beda daya tahan batre yg di charge pake charge original yang di colok ke listrik dr pada kita pake power bank pasti hp lebih cepet habis dr pd pake charge yg aslinya. jadi yaa kalo bisa jgn sering2 pake power bank, menurut ane lebih aman di tinggal tidur karena setau ane smartphone sekarang kalo udh full batrenya dia otomatis memutuskan listrik ke handphone tidak seperti dulu yg terus menyedot listrik sehingga menyebabkan batre ceoet bocor gan, mudah-mudahan membantu dan kalo berkenan masukin di peki one ya gan heheh 26-04-2014 1637 Diubah oleh fbsglow 18-05-2014 2156 1 x Modul TP4056 lithium battery charger 5V 1ASpesifikasiCara pakaiPeringatan 1 x Modul TP4056 lithium battery charger 5V 1A TP4056 adalah modul untuk mengisi baterai isi ulang Lithium Li-ion rechargeable battery 1 Ampere yang dilengkapi dengan 2 lampu indikator, masing-masing menunjukkan status saat mengisi ulang LED merah dan saat baterai sudah terisi penuh LED biru. Modul ini menggunakan IC TP4056 yang merupakan IC pengisi ulang linear untuk baterai lithium-ion sel tunggal dengan arus dan tegangan yang konstan yang dilengkapi dengan sistem pengaturan suhu thermal regulation. Tegangan pengisian konstan di 4,2 Volt akurasi 1,5%, ideal untuk digunakan mengisi ulang baterai bertegangan 3 ~ 3,7 Volt. Pusat Laptop Bekas/ Second Murah Fitur lainnya dari IC ini adalah pemantau arus, pengunci tegangan kurang under-voltage lockout, pengisi ulang otomatis, dan dua status pin yang mana pada modul ini dihubungkan dengan LED indikator. Modul ini dapat digunakan untuk mencharge 1 baterai lithium maupun beberapa baterai lithium yang disusun secara pararel. Simak terus artikel ini ya.. oia nanti beberapa video eksperimen akan saya bagikan berupa video di channel YouTube jangan lupa subsribe klik ini untuk mensupport blog dan channel CaraTekno agar lebih semangat berbagi dan berkarya tentang ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. OK lanjut ya Spesifikasi Input micro USB kabel output HP pada umumnya Tegangan input Tegangan stop cas penuh Arus cas maximum 1000mA / 1A Output Bat+ and Bat- tidak boleh terbalik Terdapat 2 lampu indikator merah – sedang cas biru – sudah penuh Cara pakai 1. Micro USB dihubungkan ke output charger handphone 2. Kutub Baterai Li-Ion dihubungkan ke B+ untuk kutub positif dan B- untuk kutub negatif Peringatan Jika output keluaran dipasang terbalik pada kutub +/- baterai yang akan dicharge dapat merusak IC chip modul ini. Unduh PDF Unduh PDF Baterai isi ulang, yang paling umum NiMH Nickel Metal Hydride, NiCd Nickel Cadmium, Li-ion Lithium-ion dan Lead Acid tipe yang paling umum ditemukan dalam kendaraan, adalah alternatif yang berkelanjutan dari baterai sekali pakai standar. Anda dapat belajar menggunakan pengisi baterai untuk mengisi ulang baterai yang lebih kecil untuk alat elektronik rumah tangga dan lainnya, juga aki di mobil Anda. Jika Anda ingin belajar lebih tentang mengisi ulang baterai telepon atau perangkat seluler, cari tahu cara membuat baterai telepon genggam Anda agar dapat bertahan lebih lama. 1 Dapatkan pengisi yang sesuai untuk baterai yang Anda butuhkan. Baterai isi ulang sering kali diisi kebali dalam adaptor A/C, yang dapat Anda colokkan ke dalam saluran rumah dasar. Pengisi ini menonjolkan terminal dengan ukuran yang bervariasi, dari AAA sampai D. Tergantung pada baterai apa yang ingin Anda isi ulang, Anda biasanya dapat mencari pengisi yang tepat di toko elektronik atau perkakas. Beberapa pengisi menonjolkan variasi ukuran yang dapat diadaptasi, yang berarti Anda dapat mengisi baterai AA dan AAA pada terminal yang sama. Jika Anda memiliki banyak variasi baterai dalam ukuran yang bermacam-macam, pengisi ini akan menjadi pilihan yang ideal. Pengisi cepat adalah mirip dengan pengisi biasa, tetapi sering kali tidak mempunyai mekanisme kontrol mengisi yang menahan atau melambat aliran voltase. Pengisi ini efektif untuk pengisian dengan cepat, tetapi dapat mengurangi waktu pakai baterai secara lebih signifikan.[1] 2 Hanya gunakan baterai yang tepat pada pengisi. Jangan pernah mencoba untuk mengisi baterai sekali pakai, atau Anda beresiko menyebabkan korosi dan merusakkan pengisi Anda. Coba hanya untuk mengisi ulang baterai yang tertulis “dapat diisi ulang” dengan spesifik. Jika Anda mempunyai beberapa baterai sekali pakai yang mati, membuang baterai dengan benar dan belilah yang dapat diisi ulang. Baterai Nickel–metal hydride NiMH umumnya berada dalam produk konsumer, terutama alat listrik, sementara baterai lithium-ion umumnya berada dalam elektronik. Kedua variasi baterai ini umumnya digunakan dan diisi ulang. Ketika Anda memulai pertama kali untuk menggunakan baterai isi ulang baru, pakai sampai habis terlebih dahulu sebelum mengisinya kembali. Hal ini akan mengurangi kemungkinan dari fenomena yang disebut sebagai "efek ingatan," yang mana ketika kapasitas baterai berkurang dari terisi secara prematur. [2] Gunakan penguji baterai untuk menentukan apakah masih terdapat daya yang tersisa dalam baterai sebelum mencobanya untuk diisi ulang. Banyak penguji baterai yang tidak mahal, mudah dipakai dan memberikan bacaan instan. 3 Colok pengisi ke dalam arus listrik. Kebanyakan adaptor A/C pengisi, sebuah lampu daya akan nyala dengan otomatis, atau dengan menekan tombol “menyala”. Pastikan lampu penunjuk daya apapun menyala dan Anda akan siap untuk mengisi ulang baterai Anda. Selalu mengacu pada instruksi pabrik. Bacalah panduan pengisi ulang baterai secara seksama, yang seharusnya menyimpan informasi penting, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk mengisi sampai penuh, sebuah kunci untuk lampu penunjuk dan informasi spesifik untuk baterai yang akan digunakan. 4 Masukkan setiap baterai ke dalam pengisi ulang dengan pengaturan yang benar. Hal ini berarti menempatkan sisi positif + ke dalam kontak dengan sisi positif dari pengisi dan juga dengan sisi negatif -. Pada kebanyakan pengisi A/C, seharusnya ada diagram yang menunjukan kepada Anda bagaimana caranya untuk menempatkan baterai secara benar. Secara umum, sisi rata dari baterai harus bertemu dengan per, dan yang ada gundukan pada baterai harus bertemu dengan sisi yang lebih rata. 5Biarkan baterai sampai terisi penuh. Kebanyakan pengisi harus berubah lampunya dari hijau ke merah, atau sebaliknya ketika baterai terisi penuh. Jangan menggangu proses dengan mencabut kabel pengisi atau dengan mengeluarkan baterai lebih cepat, atau umur baterai akan berkurang secara signifikan. 6 Pindahkan baterai ketika proses mengisi ulang telah selesai. Mengisi baterai terlalu lama adalah alasan utama dari kurangnya umur baterai, khususnya dengan pengisi cepat. "Mengisi aliran kecil" adalah sebuah teknik menurunkan pengisian sampai sekitar 10 persen dari kapasitas baterai, yang biasanya cukup untuk menjaga baterai terisi penuh, tanpa memicu pemberhentian yang dapat menghasilkan pengurangan kapasitas umur baterai.[3] Kebanyakan pabrik tidak merekomendasikan mengisi aliran kecil untuk waktu yang lama, tetapi jika Anda memiliki pengisi dengan arus yang dapat diatur, menurunkannya ke arus rendah dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga baterai Anda tetap terisi. Iklan 1 Pindahkan aki dari kendaraan, jika perlu. Pastikan kendaraan dalam keadaan mati dan pindahkan terminal dasar terlebih dahulu, untuk mencegah melengkung, lalu pindahkan aki ke area yang memiliki ventilasi baik untuk mengisinya. Hal ini memungkinkan untuk mengisi aki tanpa memindahkannya, tetapi Anda harus mengetahui apakah aki terpasang ke kerangka mobil atau tidak, untuk mencegah menjepit sisi negatif pada tempat yang salah. Jika terpasang ke kerangka mobil, jepit sisi positif ke teminal positif, dan negatif ke kerangka mobil. Jika tidak terpasang, maka jepit sisi negatif pengisi ke teminal negatif, dan positif ke kerangka mobil.[4] Jika Anda ingin mengetahui cara mengejut kendaraan Anda, baca artikel ini. 2 Bersihkan terminal baterai. Pada aki mobil yang terpakai, korosi biasanya akan terbuat di sekitar terminal, dan penting untuk membersihkannya secara berkala untuk memastikan terminal aki Anda memberikan kontak yang baik dengan logam. Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan soda kue dan air, dan gosok terminalnya dengan sikat gigi bekas untuk menghilangkan korosi. Isi ulang setiap lubang kecil dengan air penyulingan, sampai pada tingkat yang dianjurkan, jika perlu. Jangan mengisi terlalu banyak. Beberapa aki asam logam tidak mempunyai portal yang dapat dipindahkan, maka lihatlah selalu instruksi pabrik. 3Tentukan voltase baterai. Biasanya, Anda akan dapat menemukannya pada panduan pemilik kendaraan di dalam kendaraan Anda, jika tidak tertulis pada akinya. Jika Anda tidak yakin, Anda juga selalu dapat mengunjungi pengecer bagian kendaraan dan meminta mereka untuk memeriksanya secara gratis. 4 Gunakan pengisi ulang dengan aliran voltase yang tepat. Tergantung pada kendaraan Anda dan aki di dalamnya, Anda memerlukan pengisi ulang yang berkapasitas cukup untuk mengisi ulang. Biasanya, aki akan berdaya 6 atau 12-volt, tettapi tergantung pada apakah aki Anda standar, AGM, dan model Deep Charge, Anda mungkin membutuhkan pengisi yang lebih kuat.[5] Beberapa pengisi ulang adalah manual, yang berarti Anda harus mematikannya ketika aki telah terisi penuh, sementara pengisi otomatis lain dapat mati dengan sendirinya ketika aki terisi penuh. Selain dari itu, dan sedikit perbedaan dalam desain, semua pengisi bekerja secara sama. Sekali lagi, jika Anda tidak yakin, pergi ke toko suku cadang untuk memeriksanya. Anda tidak harus membayar dan pastikan Anda mendapatkan informasi yang tepat. 5Atur voltase keluar ke angka yang tepat. Setelah Anda mengetahui voltase aki Anda, Anda dapat mencocokkan voltase keluarnya. Kebanyakan pengisi mempunyai penunjuk digital, yang dapat membiarkan Anda mengatur naik atau turun sesuai dengan voltase yang Anda butuhkan. Beberapa pengisi memiliki arus yang dapat diatur, tetapi akam selalu lebih baik untuk memulai lebih rendah dan lambat dari yang Anda kira. 6 Pasangkan logamnya. Pengisi datang dengan 2 penjepit, Anda harus menjepit salah satunya pada terminal aki positif dan lainnya pada negatif. Pindahkan ke posisi “mati” dan cabut steker dari tembok untuk keamanan. Jangan biarkan penjepit bersentuhan kapanpun selama proses, dan menjauhlah dari aki ketika Anda membuat koneksi terakhir. Pertama, pasangkan kabel positif, yang biasanya yang di dasar. Selanjutnya, pasangkan kabel pengejut atau kabel aki yang terisolasi dengan panjang setidaknya 2 kaki dari negatif dan pasangkan kabel aki negatif pada kabel ini. Jika aki masih di dalam mobil, Anda akan menginginkan untuk menjepit kabel atas ke penjepit atas aki, dan kabel dasar di sekitar kerangka mobil. Jangan pernah menjepit pengisi ke karburator, garis bensin, atau badan kendaraan. 7Pisahkan pengisi dan aki sejauh mungkin. Julurkan kabel sepanjang mungkin dan jangan pernah menempatkan pengisi di atas aki yang sedang diisi ulang secara langsung. Gas korosi terkadang akan dikeluarkan dari aki, yang dapat berbahaya bagi Anda. 8 Biarkan aki terisi penuh. Tergantung pada aki dan pengisi yang Anda gunakan, hal ini mungkin akan memakan 8-12 jam untuk mengisi ulang aki Anda. Jika anda menggunakan pengisi otomatis, maka pengisi seharusnya dapat mati dengan sendirinya ketika terisi penuh. Jika Anda menggunakan yang manual, Anda harus memeriksa dan memastikan aki telah terisi sebelum mematikannya. Jika Anda ingin mengetahui cara menggunakan voltmeter untuk melakukan hal ini, baca artikel ini. Iklan Gunakan 2 wadah terpisah yang sudah ditandai untuk membantu Anda mencatat aki yang butuh diisi ulang dan yang telah terisi. Hal ini dapat menghilangkan kebingungan ketika Anda membutuhkan aki dalam waktu terdesak. Jika Anda membutuhkan baterai isi ulang, yang dapat bertahan lama, pertimbangkan variasi baru yang disebut sebagai hybrid-NiMH. Tiper ini menggabungkan ketahanan baterai alkali dengan kapasitas isi ulang dan baik untuk alat yang menyerap rendah seperti pengendali jarak jauh dan senter. Iklan Perhatian Setelah Anda selesai menggunakan baterai isi ulang, pastikan untuk mendaur ulangnya pada pusat daur ulang yang terdaftar atau situs mengantarkan. Beberapa tipe baterai isi ulang, khususnya NiCd dan tipe Lead Acid, mengadung bahan beracun tinggi dan tidak aman untuk dibuang dalam Tempat Pembuangan Akhir. Pastikan pengisi baterai Anda sesuai dengan tipe baterai, karena beberapa baterai tidak cocok dengan pengisi tertentu. Simpan baterai sekali pakai secara terpisah, untuk menghindari tercampurnya baterai. Dalam beberapa kasus, menempatkan tipe baterai yang salah pada pengisi dapat mengarah pada kerusakan, kebocoran baterai atau mungkin terbakar. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Jakarta - Apakah kalau membeli ponsel baru baterainya harus dihabiskan dulu setelah itu harus di-charge minimal 8 jam? Bagaimanakah cara yang benar? Ryan Titrex JawabanPonsel baru sekarang, sepertinya semua baterainya sudah Lithium ion Li-ion atau Lithium Polymer Li-Poly. Tidak ada lagi keharusan memperlakukannya seperti baterai jaman dulu yang memakai bahan dasar Ni-MH Nikel-Metal Hydride. Salah satu perbedaannya pada Li-ion tidak lagi ada memory effect seperti yang biasa terjadi di baterai type Ni-MH, dimana sebelum di-charge ada keharusan baterai di kosongkan terlebih dahulu supaya mendapatkan kapasitas yang anggapan kalau baterai ponsel baru perlu di-charge lebih lama, supaya sel-sel di dalamnya bisa terisi pada kenyataannya, perlakuan tersebut tidak kita perhatikan juga, di buku panduan ponsel, biasanya hanya disebutkan untuk men-charge baterai sampai penuh sebaiknya, untuk baterai Li-ion atau Li-poly, jangan dibiasakan baterai dipakai sampai habis, karena bisa mempengaruhi umur cycling baterai yang akan menjadi lebih pendek. jsn/ash

cara charge baterai li ion baru